Masker untuk menghadapi senjata gas kimia
Masker untuk menghadapi senjata gas kimia

Ahli Pembuat Senjata Kimia ISIS Tewas Karena Serangan Udara

TuguPost.com – Pihak Pusat Komando koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) telah mengabarkan kalau ahli pembuat senjata kimia Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah tewas karena serangan udara. Adalah Abu Malik, ahli senjata kimia yang tergabung dalam ISIS tersebut menjadi sasaran perbuaruan AS dan koalisinya.

Abu Malik adalah seorang insinyur yang menjabat sebagai ahli senjata kimia di bawah mantan Presiden Irak Saddam Hussein. Dia juga sempat bergabung dengan Al-Qaida di Irak dan kemudian bergabung dengan ISIS. Keahlian Abu Malik, yang lalu memberikan pelatihan di ISIS membuat kelompok itu memiliki keahlian dalam senjata kimia.

Secara resmi U.S. Central Command menyebutkan Abu Malik telah tewas dalam serangan udara di Mosul pada 24 Januari 2015. Kematian Abu Malik ini diperkirakan bakal menurunkan kemampuan ISIS dalam senjata kimia. “Kematiannya diharapkan untuk sementara menurunkan dan mengganggu jaringan teroris dan mengurangi kemampuan ISIL untuk berpotensi memproduksi dan menggunakan senjata kimia terhadap orang yang tidak bersalah,” kata pernyataan tersebut.

Banyak laporan yang menyebutkan bahwa ISIS menggunakan bahan kimia dalam pertempuran. Sebuah laporan menyebutkan ISIS menggunakan gas klorin, tetapi tidak diperoleh bukti yang menunjukkan kelompok ini telah mengumpulkan wadah senjata kimia secara signifikan.

Menurut rilis BBC, pada tahun lalu sejumlah polisi Irak menderita pusing dan muntah-muntah setelah bentrok dengan pasukan ISIS di utara Baghdad. Diyakini, hal itu disebabkan oleh gas klorin yang digunakan ISIS. Gas klorin digolongkan sebagai bahan pencekik, yang membakar paru-paru ketika dihirup dalam jumlah besar. Namun tingkat bahaya gas klorin masih jauh dibandingkan gas saraf yang lebih mematikan.

AS dan koalisinya sampai saat ini masih memerangi dan memburu ISIS yang berada di Irak dan Suriah. Sudah sejak Agustus 2014 kemarin koalisi AS menghancurkan persenjataan dan memburu para militan ISIS dengan serangan udara. Belum lama ini juga pasukan Kurdi berhasil merebut kawasan Kobani yang telah lama dikuasai ISIS.

[fbcomments]