Perundingan Ukraina
Perundingan Ukraina

Ukraina dan Pemberontak Pro Russia Sepakat Saling Tukar Tahanan

TuguPost.com – Pemerintah Ukraina dan para pemberontak Pro-Russia telah sepakat untuk saling tukar tahanan. Hal ini menjadi awal kabar baik, dimana ada tanda-tanda menuju perdamaian. Dimana sebelumnya, walau sudah sepakat gencatan senjata tapi keduanya tetap bersikukuh pada pendiriannya dan masih dingin.

Dikabarkan oleh pejabat keamanan Kiev, pasukan pemerintah dan pemberontak Pro-Russia telah melakukan kesepakatan pertukaran tahanan. Ini merupakan kemajuan menuju pelaksanaan kesepakatan damai yang diperantarai secara Internasional.Menurut wartawan Reuters di Desa Zholobok, 20 km (12 mil) barat dari kubu pemberontak Luhansk di Ukraina timur, melihat lebih dari 130 tentara Ukraina melakukan pertukaran untuk 52 pejuang pemberontak. Pertukaran ini terjadi pada Sabtu malam (21/02/2015) waktu setempat.

Pertukaran tahanan ini adalah salah satu langkah pertama dari kesepakatan yang dicapai pada 12 Februari 2015 kemarin. Dimana melalui perantara Jerman dan Perancis, Ukraina dengan Russia dipertemukan di Minsk, ibukota Belarussia. Upaya ini dilakukan setelah Ukraina dan pemberontak melakukan pertukaran 191 tahanan, sebagai bagian kunci dari kesepakatan genjatan senjata Minsk.

Pertukaran tersebut dilakukan setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Washington mempertimbangkan “sanksi serius” melawan Rusia menyusul pelanggaran gencatan senjata, dan bahwa sebuah keputusan akan dibuat dalam beberapa hari mendatang. Tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan sanksi tidak akan membantu menyelesaikan krisis Ukraina.

Selain kesepakatan ini, dikabarkan pula kalau para pemberontak Pro-Russia bersedia menarik mundur senjata berat dari garis depan. Jenderal Alexander Lentsov mengatakan pemberontak pro Rusia telah menandatangani perintah untuk menyelesaikan penarikan dalam waktu dua pekan, mulai Minggu (22/02/2015).Belum diketahui apakah Ukraina akan melakukan langkah serupa atau tidak.

Menurut PBB, hampir 5.700 orang tewas sejak pertempuran terjadi di wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina Timur. Peristiwa ini terjadi menyusul aneksasi Rusia di Ukraina bagian selatan semenanjung Krimea. Seperti diketahui, kota Donetsk yang berada di Ukrania Timur ini berada dalam kontrol pemberontak Pro Russia. Dimana di kota ini Sering terjadi kontak senjata antara tentara Ukraina melawan pemberontak pro-Russia.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , ,