Sergei Lavrov dan John Kerry
Sergei Lavrov dan John Kerry

Kerry dan Lavrov bertemu di Jenewa bahas konflik di Ukraina

TuguPost.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, tiba di Jenewa Minggu depan diskusi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov atas konflik yang sedang berlangsung di Ukraina timur. Diskusi keduanya itu akan mulai pertengahan Senin pagi.

Kerry diharapkan untuk menegaskan kembali bahwa langkah-langkah tambahan – seperti sanksi lebih lanjut – dapat dikenakan pada Rusia jika tidak mematuhi gencatan senjata yang disepakati 15 Februari di Minsk antara Kyiv dan pemberontak pro-Rusia. Moskow selalu membantah memberikan separatis dengan dukungan militernya.

Pertemuan mereka dilatarbelakangi sebagai PBB merilis sebuah laporan pada hari Senin mengenai pelanggaran HAM dalam konflik Ukraina. Di Brussels, Komisi Eropa akan memediasi perundingan Kyiv-Moskow dalam upaya untuk memecahkan sengketa energi gas.

Kerry sementara itu, telah menambahkan suaranya untuk kecaman internasional atas kematian penembakan Boris Nemtsov, seorang kritikus Rusia yang kerap mengkritisi Presiden Vladimir Putin, dan menyerukan penyelidikan independen atas kematiannya.

Dia mengatakan kepada berita Amerika penyiar ABC yang ada diperlukan untuk menjadi “menyeluruh, transparan, penyelidikan nyata bukan hanya dari yang benar-benar melepaskan tembakan, tapi siapa, kalau ada mungkin telah memerintahkan, atau memerintahkan hal ini.”

Kurang dari satu minggu sejak menuduh Moskow berbohong tentang konflik Ukraina, Kerry menolak berkomentar tentang apakah pemerintahan Obama percaya bahwa ia adalah orang yang tepat untuk memimpin penyelidikan.

Penyelidikan “harus bisa diterima di mata kedua orang Rusia dan internasional,” kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang ikut dala perjalanan tugas dengan Kerry.

Setelah pembicaraan dengan Lavrov, Kerry diharapkan untuk mengatasi Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menekankan perlunya “untuk terus menyoroti pada beberapa pelanggar hak asasi manusia terburuk di seluruh dunia,” kata pejabat lain dari Departemen Luar Negeri.

Kerry kemudian akan melakukan perjalanan ke Montreux hari Senin untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif untuk membahas program nuklir Teheran. Sebuah batas waktu – 31 Maret – cepat mendekat untuk memaku bawah kerangka kesepakatan nuklir antara Iran dan masyarakat internasional.

“Kami telah membuktikan bahwa kami telah melambat Iran, bahkan mengatur kembali, program nuklirnya,” kata Kerry ABC, mengutip November 2013 kesepakatan sementara di mana Iran membekukan sebagian besar kegiatan pengayaan nuklirnya dengan imbalan bantuan sanksi.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,