Pelantikan Menteri Baru di Kabinet Jokowi-JK
Pelantikan Menteri Baru di Kabinet Jokowi-JK

Presiden Jokowi Melantik Enam Menteri Baru

TuguPost.com – Presiden Joko Widodo pada Rabu sore melantik enam menteri baru sebagai bagian dari perombakan kabinet pemerintahannya. Reshuffle Kabinet ini dilakukan dalam sebuah upacara pelantikan di Istana Negara, Presiden resmi menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, hukum dan keamanan, menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

Luhut sebelumnya menjabat sebagai kepala staf Presiden.

Sofyan Djalil digantikan oleh Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator perekonomian, Indroyono Soesilo diganti sebagai menteri kelautan kepala oleh Rizal Ramli, sementara Thomas Lembong ditetapkan untuk mengambil alih menteri perdagangan dari Rachmat Gobel.

Sofyan tidak akan meninggalkan kabinet sepenuhnya, karena ia akan mengambil alih posisi Andrinof Chaniago sebagai menteri perencanaan pembangunan nasional (Bappenas).

“Saya telah dipindahkan ke kementerian perencanaan nasional,” katanya di Istana Negara di Jakarta, Rabu. Sedangkan Pramono Anung, sementara itu, untuk menggantikan Andi Widjajanto sebagai sekretaris kabinet.

Presiden Joko Widodo telah mencopot lima menteri dan melukir satu orang menteri, dalam perombakan kabinet yang bertujuan mengatasi kinerja pemerintahan secara luas menyorot masalah ekonomi negara.

Hadir pada upacara pada hari Rabu yang Megawati, Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua NasDem Surya Paloh.

Puan Maharani, putri Megawati, adalah menteri hanya koordinasi tidak diganti pada hari Rabu. Puan tetap menteri kesejahteraan negara itu.

M. Romahurmuziy, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang merupakan bagian dari koalisi mendukung Joko, mengatakan di istana bahwa perombakan itu dilakukan hanya untuk dapat memenuhi tantangan ekonomi.

“Ini murni tentang masalah ekonomi,” kata Romahurmuziy. “Kami tahu persis bahwa tantangan ekonomi global berdampak pada rupiah. Karena itu, kinerja kami di bidang ekonomi perlu dibawa ke tingkat lain setelah reshuffle. ”

Lucius Karus, seorang peneliti dari kelompok Masyarakat Peduli untuk Legislatif Indonesia (Formappi), mengatakan keputusan untuk merombak kabinetnya tampak telah dibuat setelah pertimbangan hati-hati.

“Jokowi tidak ingin membuat keputusan murni untuk menanggapi keinginan masyarakat tanpa evaluasi sendiri dan studi menyeluruh,” kata Lucius. “Dengan menteri handal, visi dan misi untuk menerapkan perubahan Jokowi dapat terwujud.”

Pengamat lain, Arie Sujito dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, mengatakan semua orang harus mendukung langkah presiden, karena datang pada saat yang tepat.

“Menteri harus dapat dengan cepat mengambil beberapa langkah konkret,” kata pakar politik, menambahkan bahwa presiden harus mengabaikan siapa pun mungkin merasa bahwa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dari reshuffle.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , ,