Krisis Kabut Asap Kebakaran Hutan
Krisis Kabut Asap Kebakaran Hutan

Ahli Kesehatan : Perlu Tindakan Lebih Untuk Krisis Kabut Asap

TuguPost.com –┬áPara ahli kesehatan mengatakan tindakan pencegahan seperti memakai topeng dan mengubah pengaturan air conditioner (AC) dapat membantu orang menghindari dampak kesehatan yang paling serius dari asap dari kebakaran lahan dan hutan saat ini mencemari beberapa provinsi di Kalimantan dan Sumatera serta di luar negeri.

Masyarakat Indonesia sekretaris Respirologi Agus Dwi Susanto mengatakan menghilangkan sumber utama bencana kabut, yaitu kebakaran lahan dan hutan, adalah penting untuk menjaga orang-orang dari situasi berbahaya. Namun, itu juga penting bagi orang-orang untuk melindungi diri dari asap dengan mengambil beberapa tindakan pencegahan.

“Ini termasuk menggunakan masker atau respirator, mengubah modus AC dari pendingin untuk sirkulasi, dan menggunakan alat pembersih udara atau udara bersih,” kata Agus saat jumpa pers di RS Persahabatan di Jakarta, Senin.

Secara keseluruhan, kata dia, tiga isu utama – asap, orang-asap yang terkena dampak dan lingkungan – perlu dikelola dengan baik untuk mencegah korban. Orang yang dibutuhkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan bahkan jika mereka belum terpengaruh oleh kabut, tambahnya.

“Orang-orang tidak akan langsung sakit setelah mereka menghirup udara yang tercemar. Mereka hanya akan mendapatkan gejala pra-klinis [sebelum kondisi mereka memburuk], “kata Agus.

Deteksi dan pengobatan dini, kata dia, seperti menyiapkan obat-obatan untuk bantuan segera dan mencari perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, akan sangat membantu dalam mencegah dampak kesehatan asap. “Yang penting ketiga yang harus dilakukan adalah untuk mencegah komplikasi sekali orang menderita masalah kesehatan dari kabut,” katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Data menunjukkan bahwa pada Minggu, sebanyak 322.676 orang telah menderita dari infeksi saluran pernapasan akut karena merokok dari kebakaran lahan dan hutan selama dua bulan terakhir.

Agus mengatakan, angka kematian mereka yang menderita masalah kesehatan terkait dengan asap adalah 3 persen dari total korban. Kebanyakan korban menderita kabut menurun fungsi paru-paru.

Seorang pakar medis dari Indonesian Society of Respirologi, Feni Fitriani, mengatakan bahwa dalam jangka panjang, infeksi saluran pernapasan bisa berkembang menjadi infeksi pernapasan kronis dan menyebabkan perubahan dalam kemampuan paru-paru ‘berfungsi.

Departemen Kesehatan mengatakan pusat krisis kabut yang telah didistribusikan sekitar 10.000 masker ke daerah yang terpengaruh asap sejak Mei.

[fbcomments]