Novel Baswedan - Penyidik KPK
Novel Baswedan - Penyidik KPK

Penyidik KPK Selamat Dari Kecelakaan Mobil Di NTB

TuguPost.com – Pejabat di Komisi anti-Korupsi di Indonesia bernapas lega setelah seorang penyidik ​​senior mereka terhindar dari cedera serius dalam sebuah kecelakaan mobil saat pemeriksaan lapangan di provinsi Nusa Tenggara Barat.

Novel Baswedan, penyidik kawakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga mantan perwira polisi itu, mengalami cedera kepala dalam insiden pada hari Rabu, ketika mobil yang sedang melakukan perjalanan di jalan kabupaten Dompu terjun ke dalam sungai.

Ia dikabarkan menginap semalam di rumah sakit setempat sebelum diperbolehkan terbang kembali ke Jakarta, di mana dia sekarang menerima pengobatan rawat jalan, menurut juru bicara KPK, Yuyuk Andriati.

“Semua orang baik-baik saja. Novel sudah ke dokter [di Jakarta] dan hasilnya baik-baik saja. Dia hanya membutuhkan pengobatan rawat jalan,” kata Yuyuk wartawan di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan bahwa para pemimpin KPK telah memerintahkan Novel dan para peneliti lain yang terlibat dalam kecelakaan untuk mengambil waktu untuk pulih.

Polisi di Dompu telah memerintah kecelakaan kasus pengemudi kelalaian, mengatakan itu kemungkinan pengemudi tertidur di belakang kemudi. Selain penyidik ​​KPK, mobil itu juga membawa para pejabat dari Keuangan Pembangunan Pengawas Negara (BPKP), yang bekerja dengan pejabat antigraft untuk menyelidiki korupsi dalam pelaksanaan program untuk mengeluarkan kartu identitas elektronik untuk warga setempat.

Novel telah lama membuktikan dirinya sebagai salah satu anggota yang paling berharga dari KPK, ujung tombak serentetan penyelidikan profil tinggi. Ini termasuk 2.012 penyelidikan ke dalam markup besar dan kuat dan hadiah dalam pengadaan mengemudi simulator untuk Polri, yang mendarat kemudian-kepala polisi lalu lintas, Djoko Susilo, di penjara selama 18 tahun dan produktif dia ketenaran menjadi polisi pertama umum pernah dituntut dan dipenjara oleh KPK.

Novel juga berperan dalam membawa tuduhan terhadap jenderal polisi lain, Budi Gunawan, pada bulan Januari tahun ini, hanya untuk melihat tersangka mengalahkan biaya berkat putusan praperadilan cerdik.

Perang Salib kerja Novel melawan mantan rekan-rekannya yang korup telah menerima dia musuh di kepolisian, dan penyidik ​​telah dua kali datang di bawah pengawasan dirinya atas tuduhan yang dibuat-buat oleh polisi. Dia tidak pernah, sampai saat ini, telah didakwa.

[fbcomments]