Kredit Properti 2016 Lesu, BI Longgarkan Aturan LTV

TuguPost.com – Bank Indonesia menyebutkan bahwa permintaan kredit, khususnya terkait properti, hingga kuartal I-2016 masih lesu. Untuk merangsang pertumbuhan kredit sektor properti, BI memberlakukan relaksasi ketentuan Loan To Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Dengan adanya pelonggaran dalam aturan aturan LTV tersebut, diharapkan masyarakat semakin tertarik untuk mengajukan kredit pada sektor perumahan.

Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk menyebutka bahwa saat ini Non Performing Loan (NPL) kredit properti BCA masih sangat rendah, begitu pula dengan rasio NPL kredit secara keseluruhan.

Dengan demikian, kondisi kredit maupun NPL masih terjaga dengan baik. “NPL KPR kita masih aman sekali, hanya 0,5 persen. (NPL) keseluruhan 1,1 persen,” ujar Jahja ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (22/6/2016).

Cari Rumah Murah

Dan pada tahun 2016 ini sepertinya menjadi waktu yang tepat bagi anda yang ingin mempunyai hunian pribadi. Pemerintah merancang program terkait properti yang diberi nama Program Sejuta Rumah. Sejumlah perumahan murah di berbagai daerah di Indonesia siap dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengadaan perumahan murah dari pemerintah ini bertujuan dalam mengurangi backlog atau kekurangan jumlah rumah yang mencapai 13,5 juta unit di Indonesia. Dengan kata lain, masih ada 13,5 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah pribadi. Kebutuhan akan tempat tinggal pribadi yang kian terus naik membutuhkan dukungan dari semua pihak supaya backlog dapat segera teratasi.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Syarif Burhanuddin menerangka bahwa pada Program Sejuta Rumah tersebut dibagi menjadi dua tujuan target pasar. Sebanyak 600.000 rumah diperuntukkan untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), sementara 400.000 rumah lainnya untuk masyarkaat non-MBR.

Rumah yang diperuntukkan bagi MBR tentu dilengkapi sistem KPR subsidi yang meringankan. Mekanisme penjualan rumah non-MBR diserahkan sepenuhnya kepada pihak pengembang serta bank selaku penyedia KPR. Hal ini diharapkan bisa membantu MBR untuk memiliki hunian pribadi sehingga kesejahteraan rakyat juga bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.

[fbcomments]